Example 728x250
Serba-Serbi

Pembinaan Pemuda Hindu Lewat Yowana Sadhana Dapat Dukungan DPRD dan Pemkab Nganjuk

23
×

Pembinaan Pemuda Hindu Lewat Yowana Sadhana Dapat Dukungan DPRD dan Pemkab Nganjuk

Sebarkan artikel ini
Pewarta.TV, Nganjuk – Kegiatan Yowana Sadhana atau Religi Camp 2026 yang digelar Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Jawa Timur di Pura Kerta Bhuana Giri Wilis, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk maupun DPRD setempat. Selain menjadi wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan pemuda Hindu, seremoni pembukaan kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.
Kegiatan yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari 17 kabupaten/kota di Jawa Timur. Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai agenda pembinaan, mulai dari Dharma Tula, sarasehan, pelatihan kepemimpinan, kegiatan luar ruang, penanaman pohon, hingga bakti sosial. Para peserta juga menginap di rumah-rumah warga sekitar pura sebagai bentuk penguatan kebersamaan dengan masyarakat.
Peradah Jawa Timur menyebut Yowana Sadhana merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk membentuk generasi muda Hindu yang memiliki karakter kepemimpinan, jiwa kewirausahaan, kepedulian sosial, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan dan budaya.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Nganjuk, Maria Tunda Dewi, menilai kegiatan pembinaan pemuda berbasis keagamaan perlu terus diperkuat karena generasi muda menjadi penentu masa depan bangsa. Menurutnya, pemerintah dan legislatif harus hadir untuk memberikan ruang sekaligus mendengarkan aspirasi para pemuda.
“Pemuda adalah tumpuan orang tua, bangsa, dan negara. Karena itu pembekalan karakter dan kegiatan keagamaan seperti ini sangat penting. Kami siap mendukung kegiatan-kegiatan kepemudaan dan membuka ruang komunikasi untuk menerima aspirasi para pemuda, khususnya pemuda keagamaan,” ujarnya.
Senada, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto, berharap Yowana Sadhana dapat menjadi model pembinaan yang terus dikembangkan di berbagai daerah. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan secara bergilir di setiap kabupaten juga menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah sekaligus mempererat persatuan antarpemuda.
“Melalui kegiatan ini kami berharap kebersamaan antarpemuda semakin kuat. Terus tingkatkan etos kepemudaan sehingga rasa persatuan kita semakin kokoh. Kegiatan positif seperti ini perlu terus dikembangkan di berbagai daerah,” katanya.
Selain memperkuat kapasitas generasi muda Hindu, Yowana Sadhana 2026 juga menghadirkan organisasi kepemudaan lintas agama, seperti GP Ansor, perwakilan pemuda Katolik, Gusdurian, dan sejumlah organisasi lainnya dalam forum sarasehan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat toleransi, memperluas jejaring antarpemuda, serta membangun semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *