Pewarta.TV, Ponorogo – Kisah pilu Sukirno (60) yang berstatus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), warga Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, mendadak viral dan menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial dengan kondisi terkurung di dalam jeruji besi.
Kirno, sapaan akrabnya, menjalani pemasungan oleh keluarganya sendiri selama 20 tahun dan terlihat sangat memprihatinkan dengan kondisi meringkuk dalam jeruji besi berukuran 2 kali 1 meter.
Menurut Sarti, salah satu keluarga sekaligus adik kandung Kirno mengungkapkan bahwa yang bersangkutan kerap bersikap agresif dan dinilai membahayakan keselamatan anggota keluarga lainnya.
“Awalnya kakak saya sering ke luar kota untuk belajar ilmu kanuragan. Namun ketika pulang terjadi keanehan pada sikapnya yang sangat agresif dan membahayakan. Akhirnya keluarga sepakat untuk mengurungnya karena katakutan”, ungkap Sarti, Rabu (28/01/2026).
Meski demikian, Sarti dan keluarga tetap merawat Kirno dengan ikhlas. Semua kebutuhan makan dan lainnya tetap tercukupi. Namun tetap berhati hati karena Kirno memiliki fisik yang kuat hingga sempat mau membunuh kerabatnya. Bahkan besi pun pernah dimakan, dan itu yang menjadi alasan mengapa Kirno dikurung dengan tidak menyentuh tanah.
Selain itu, selama ini keluarga juga telah berupaya melakukan pengobatan, baik secara medis maupun alternatif. Namun, hasilnya tidak menunjukkan perkembangan yang baik.
Sementara itu, kabar pemasungan Kirno akhirnya terdengar oleh Ipda Purnomo, Kanit Binpolmas Polres Lamongan yang dikenal masyarakat luas karena aktifitas kemanusiaan merawat ratusan ODGJ di rumahnya
Ipda Purnomo didampingi Kasat Binmas Polres Ponorogo, AKP Agus Syaiful Bahri, Kapolsek Sawoo AKP Tutut, Anggota Koramil Sawoo serta petugas dari Dinas Kesehatan P0norogo serta beberapa relawan akhirnya mendatangi langsung rumah Kirno dan berupaya membebaskannya.
“Kami sempat mendapat penolakan, namun setelah melakukan negoisasi dan pemahaman akhirnya keluarga memperbolehkan saya menjemput Pak Kirno”, terang Ipda Purnomo.
Evakuasi sendiri berlangsung dramatis, pasalnya kunci gembok kurungan besi hilang. Setelah 1 jam akhirnya evakuasi berhasil lancar, kurungan besi digerindra hingga membuka.
“Setelah kami keluarkan dan kami mandikan, Pak Kirno akan langsung kita bawa dan kami rawat dengan baik di Lamongan. Kami hanya mohon doa restunya agar Pak Kirno bisa kembali sehat seperti sediakala”, pungkasnya. (ns)












