Pewarta.TV, Ponorogo – Intensitas hujan yang cukup deras yang terjadi beberapa bulan terakhir mengakibatkan banjir sungai Keyang dan membuat talud sungai di wilayah Desa Demangan, Kecamatan Siman, Ponorogo ambrol.
Kondisi tanggul roboh memanjang sekitar 30 meter dengan ketinggian kurang lebih 7 meter tersebut berada di samping pemukiman warga sehingga menimbulkan kekhawatiran saat hujan turun.
Parahnya lagi, aliran sungai hampir tertutup total akibat longsoran material talud serta beberapa rumpun bambu yang ikut ambrol akibat gempa pada Selasa kemarin.
“Akibat ambrolnya talud ini tentunya menimbulkan kekhawatiran kami dan warga lainnya yang hanya berjarak beberapa meter dari bibir sungai dengan tingkat resiko banjir itu hampir 80 persen masuk ke Desa Demangan”,ujar Agung Kuncoro, warga setempat, Kamis (29/01/2026).
Menurutnya, ada puluhan rumah yang paling terancam saat hujan deras dan terjadi banjir, karena jarak dari rumah warga tersebut hanya sekitar 4 meter dari bibir sungai. Sehingga ketika hujan cukup deras, beberapa warga memilih untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, dirinya juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Ketua RT untuk selanjutnya disampaikan ke pihak pemdes Demangan.
Sementara itu, menurut Soimun selaku Ketua RT menjelaskan bahwa dirinya mengetahui ambrolnya talud di sungai Keyang yang masuk wilayahnya tersebut atas laporan warganya, dan langsung disampaikan ke pihak desa namun belum ada tanggapan sama sekali hingga saat ini.
“Ambrolnya talud ini sekitar satu bulan yang lalu, ditambah adanya gempa kemarin, kerusakan talud semakin memanjang sekitar 30 meter lebih”, jelas Soimun.
Pihaknya berharap agar pemerintah segera menangani talud yang ambrol sehingga tidak membahayakan warga lagi.
“Semoga segera tertangani karena saat ini masih di musim penghujan, sehingga warga masih khawatir terutama saat hujan turun cukup deras. Bencana alam tidak bisa kita pungkiri, untuk itu kami bersama warga lainnya hanya bisa berhati-hati dan waspada”, tandasnya. (ns)












