Pewarta.TV, Magetan – Pemkab Magetan melalui Dinas Kesehatan komitmen memperkuat percepatan penurunan stunting berbagai program penanganan stunting dijalankan secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan melibatkan lintas sektor
Berdasarkan data, angka stunting tahun 2018 mencapai 30,2 persen, kini berhasil ditekan hingga menyentuh angka 10,4 persen pada tahun 2024. Sementara data pelaporan berbasis masyarakat menunjukkan penurunan hingga 8,4 persen per Oktober 2025.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Magetan, Retnowati Hadirini, mengatakan penanganan stunting dilakukan secara sistematis mulai dari hulu hingga hilir, dengan penguatan edukasi kepada masyarakat serta intervensi langsung pada balita.
“Kami melakukan penguatan KIE kepada masyarakat, pemantauan tumbuh kembang seluruh balita, deteksi dini, hingga tata laksana cepat agar tidak jatuh pada kondisi stunting. Semua sudah terintegrasi, termasuk alur rujukan di FKTP dan rumah sakit,” katanya,saat kegiatan Evaluasi Program dan Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten 2025 di Harmada Joglo Jumat (19/12/2025).
Selain it, Pemkab Magetan memberikan intervensi khusus bagi balita yang telah teridentifikasi stunting, seperti pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi, penanganan gizi buruk, serta dukungan layanan kesehatan berkelanjutan.
Pemkab Magetan juga melakukan akselerasi melalui inovasi Puspa Hunting untuk deteksi dini TBC pada balita stunting dan gizi buruk, dan Pantura Asmoro yang memanfaatkan pangan lokal tinggi protein sebagai upaya pencegahan dan penurunan stunting sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Atas capaian tersebut, Magetan menerima Dana Insentif Fiskal dari pemerintah pusat.
“Secara sistem sudah berjalan, hari ini tinggal penguatan. Evaluasi terus kami lakukan agar seluruh program semakin solid dan saling melengkapi,” pungkasnya (ik)












