Example 728x250
Kesehatan

RSUD Sayidiman Layani Pemeriksaan Pendengaran Menyeluruh

128
×

RSUD Sayidiman Layani Pemeriksaan Pendengaran Menyeluruh

Sebarkan artikel ini
dr. Khabiburrokhman, Sp.T.H.T.B.K.L., Dokter Spesialis THT-KL RSUD dr. Sayidiman Magetan, saat melakukan pemeriksaan pendengaran kepada pasien menggunakan alat audiometri.

Pewarta.TV, Magetan – RSUD dr. Sayidiman Magetan kini melengkapi layanannya dengan ruang dan perangkat audiometri yang memungkinkan pemeriksaan fungsi pendengaran secara lebih akurat. Upaya ini menjadi langkah penting rumah sakit dalam memberikan layanan THT yang menyasar berbagai usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.

Dr. dr. Khabiburrokhman, Sp.T.H.T.B.K.L, selaku dokter spesialis THT-KL di rumah sakit tersebut, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan dalam ruang khusus yang kedap suara. Pasien akan diuji dengan alat audiometri untuk mengetahui ambang pendengaran di masing-masing telinga. “Pasien masuk ke dalam ruang audiometri, kemudian diperiksa menggunakan alat ini. Ruangan memang dirancang agar tidak terganggu suara luar,” terangnya.

Menurutnya, pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi penurunan fungsi pendengaran yang bisa terjadi karena berbagai sebab. Tak hanya lansia, pasien dengan infeksi telinga atau keluarnya cairan dari telinga juga dapat menjalani tes ini untuk mengetahui kondisi lebih lanjut. Hasil dari pemeriksaan akan menjadi dasar bagi dokter dalam menentukan penanganan, termasuk kemungkinan penggunaan alat bantu dengar. “Jika diketahui batas dengarnya turun, kita bisa rujuk untuk menggunakan alat bantu dengar atau melakukan pengobatan jika ada infeksi,” lanjutnya.

Layanan ini tidak terbatas pada orang dewasa. RSUD dr. Sayidiman juga menyediakan pemeriksaan khusus bagi bayi baru lahir, terutama yang dilahirkan prematur, melalui operasi sesar, atau memiliki riwayat kelainan saat lahir. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sejak dini apakah terdapat gangguan pendengaran yang bisa memengaruhi perkembangan kemampuan bicara anak. “Pada anak yang lahir dengan kondisi tertentu, sangat dianjurkan dilakukan pemeriksaan pendengaran sedini mungkin,” ujar dr. Khabiburrokhman.

Ia menambahkan bahwa jika terdapat indikasi dari dokter anak, maka bayi bisa dirujuk langsung ke dokter THT untuk dilakukan skrining lanjutan. Hal ini penting agar apabila ditemukan gangguan, dapat segera ditangani sebelum berdampak pada komunikasi anak di masa pertumbuhan.

Untuk masyarakat dewasa, layanan audiometri bisa diakses melalui poli THT. “Jika ada indikasi medis, pasien bisa datang ke poli. Pemeriksaan dengan audiometri ini juga bisa ditanggung BPJS,” katanya. Hasil tes nantinya berupa grafik yang menunjukkan tingkat ambang dengar telinga kanan dan kiri dalam berbagai frekuensi.

Dalam penjelasannya, dr. Khabiburrokhman menyebut bahwa tidak semua gangguan pendengaran berasal dari infeksi. Beberapa kasus justru disebabkan oleh penurunan fungsi saraf pendengaran atau yang disebut tuli saraf. “Kondisi ini tidak dapat diobati secara medis, tapi bisa dibantu dengan alat yang memperkuat suara agar sesuai dengan batas dengarnya,” jelasnya.

Selain untuk tujuan medis, masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan ini untuk keperluan administratif, seperti persyaratan kerja. Namun, untuk kebutuhan non-medis seperti ini, biaya pemeriksaan tidak ditanggung oleh BPJS. “Kalau untuk kepentingan seperti check-up kerja, memang tidak termasuk dalam cakupan BPJS,” tutupnya.

RSUD dr. Sayidiman Magetan berharap, dengan adanya fasilitas ini, pelayanan kesehatan telinga di wilayah Magetan dapat lebih maksimal dan menjangkau seluruh kelompok usia yang membutuhkan.

(ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *