Pewarta.TV, Magetan – Seorang tukang kebun Sekolah Dasar Negeri di Magetan Jawa Timur berhasil membudidayakan kopi hitam rasa nanas dan rasa robusta, meraup omset sepuluh juta rupiah perbulan. Kopi hitam rasa nanas, robusta mampu terjual hingga luar kota Magetan
Santoso (53) warga Kelurahan Alastuwo, Kecamatan Poncol, Magetan, Jawa Timur, seorang tukang kebun sekolah dasar sukses budidaya kopi hitam di lahan miliknya
Dalam keseharianya ia sibuk memetik kopi di lahan seluas dua hektar. Dalam satu kali panen mampu memetik sebanyak satu ton lebih kopi bubuk siap di jual
Setelah dipetik dari kebun kopi, Santoso ,membawa pulang kopi gunung tambal poncol untuk dikeringkan dan diproses menggunakan penyaringan dan alat giling kopi selanjutnya dikemas dan dijual
Ada tiga jenis kopi diproduksi di rumah produksi kopi milik Santoso yakni kopi rasa robusta, arabika, kopi exelca atau kopi nanas, satu satunya tanaman pohon kopi tertanam di lereng lawu poncol ini
Dijelaskan Santoso, pemilik produksi kopi nanas Kelurahan Alastuwo, awalnya ia hanya menanam puluhan pohon kopi, sejak dua puluh tahun lalu, kini berkembang tiga ribu pohon kopi menghasilkan kopi bubuk khas magetan
“ Jadi saya menanam kopi sejak 2001 hingga sekarang 2025 ada sebanyak kurang lebih 3 ribu pohon dengan 3 jenis kopi robusta, arabika, kopi exelca atau kopi nanas” kata Santoso. Jumat (20/6/2025)
Untuk satu bungkus kopi ia jual dua puluh ribu rupiah ukuran seratus gram hingga seratus ribu rupiah. Penjualan selain Magetan luar Magetan seperti Madiun, Ngawi, Ponorogo, Surabaya dan Jawa Barat.Omset didapat setiap bulan sepuluh juta rupiah
“kita jual kopi yang sudah jadi mulai harga 26 ribu hingga 100 ribu per 100 gramnya. Biasanya pesanan banyak dari magetan dan luar Magetan seperti Ngawi, Ponorogo, Surabaya dan Jawa Barat. Dalam sebulan pendapatan dari kopi ini bisa mencapai 10 juta” tandasnya(jk)












