Example 728x250
Serba-Serbi

Respon Cepat Krisis Air, Gubernur Khofifah Salurkan Air Bersih ke Dungus Ponorogo

3
×

Respon Cepat Krisis Air, Gubernur Khofifah Salurkan Air Bersih ke Dungus Ponorogo

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyalurkan air bersih untuk warga Dungus, Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Ponorogo. (Foto : nano sujarno/pewartatv).

Ponorogo.TV, Ponorogo – Dampak musim kemarau panjang mulai dirasakan warga di wilayah Ponorogo timur, tepatnya di Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, yakni dalam kurun waktu dua bulan terakhir kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari- hari. Menanggapi adanya krisis air tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat dengan melakukan dropping air bersih, Sabtu (19/09/2026).

Bantuan air bersih tersebut disalurkan langsung kepada warga yang sumurnya mengering dan kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Truk-truk tangki dari BPBD Jatim dan Pemkab Ponorogo dikerahkan untuk memastikan warga tetap terpenuhi kebutuhan air minum dan MCK.

Selain bantuan air bersih, Khofifah juga memberikan bantuan 50 unit tandon dan 200 jerigen untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama menghadapi musim kemarau tahun ini.

Khofifah mengatakan,hal ini merupakan pemetaan BPBD Ponorogo dimana daerah Dukuh Dungus adalah salah satu wilayah kategori kekeringan, untuk itu dropping air bersih ini merupakan langkah darurat pemerintah provinsi untuk memastikan tidak ada warga yang kesulitan air di tengah kekeringan.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa dropping air bersih ke Dungus, Ponorogo. Ini adalah komitmen Pemprov Jatim untuk hadir di saat warga membutuhkan. Jangan sampai warga kesulitan air bersih untuk minum, masak, dan kebutuhan ibadah,” ujar Khofifah.

Menurutnya, wilayah Dungus memang menjadi salah satu titik yang rawan kekeringan setiap tahun saat musim kemarau tiba. Selain dropping air, Pemprov Jatim juga akan melakukan asesmen untuk solusi jangka panjang, seperti pengeboran sumur dalam dan pembangunan tandon air.

Gubernur Khofifah menegaskan, di Jawa Timur saat ini ada 24 kabupaten yang di titik tertentu ada yang pada posisi kering ekstrim. Dan nantinya akan ada tim Dinas PU Sumber Daya Air yang mengecek dan mencari sumber air terdekat.

“Jika nanti terkonfirmasi ada titik air terdekat, maka kita bersama sama membangun konektifitas pipanisasi agar air tersebut bisa dialirkan ke wilayah Dukuh Dungus ini”, tegasnya.

Pemprov Jatim sendiri memastikan penyaluran air bersih akan terus dilakukan secara bergilir ke desa-desa lain di Ponorogo yang terdampak kekeringan hingga musim hujan tiba.

Sementara itu, Warga Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, Pulung menyambut antusias bantuan tersebut. Mereka mengaku sudah hampir satu bulan kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur-sumur warga debitnya menurun drastis.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah. Sudah sebulan ini air sulit, sumur kering. Dengan adanya bantuan ini sangat membantu kami,” pungkas Dian,  salah seorang warga setempat. (ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *