Example 728x250
Serba-Serbi

Malam Tirakatan, Warga RT 13 Kelurahan Maospati Gelar Doa Bersama

13
×

Malam Tirakatan, Warga RT 13 Kelurahan Maospati Gelar Doa Bersama

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Magetan – Malam tirakatan 17 Agustus adalah tradisi warga berkumpul pada malam tanggal 16 Agustus untuk bersyukur atas kemerdekaan Indonesia, mengenang jasa pahlawan, dan mempererat kerukunan di lingkungan RT, RW, atau desa.

Seperti warga di lingkungan RT 13 RW 03, Kelurahan Maospati, Magetan, Jawa Timur  berkumpul malam tirakatan Hari Kemerdekaan Ke 81 RI di aula pertemuan RT setempat, Minggu (16/8/2026) malam

Diikuti seluruh warga RT 13 bersama memanjatkan doa bersama mendoakan para pahlawan yang telah gugur merebut kemerdekaan Republik Indonesia

Dikatakan Gatot Tardiyanto, Ketua RT 13 Kelurahan Maospati jika tirakatan ini adalah agenda rutin setiap tahun untuk mendoakan pahlawan bangsa sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar warga

” Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh warga, malam tirakatan Kemerdekaan Indonesia ini adalah agenda rutin untuk mendoakan para pahlawan bangsa sekaligus menjadi ajang silaturahmi” kata Gatot

Gatot mengatakan bahwa antusiasme warga tahun ini sangat tinggi. Puncak acara ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng. Nasi tumpeng yang melambangkan rasa syukur kemudian dibagikan dan dinikmati bersama oleh seluruh warga yang hadir, sekaligus memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Tradisi tirakatan ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga. Di sini kami tidak hanya berdoa, tapi juga saling menguatkan sebagai satu keluarga besar warga Maospati, khususnya RT 13 RW 03,” ujar Gatot

Malam tirakatan di RT 13 Maospati membuktikan bahwa peringatan kemerdekaan di tingkat akar rumput tetap relevan. Melalui kombinasi antara nilai spiritual, gotong royong, dan kegembiraan, warga setempat telah memberikan contoh nyata bagaimana memaknai kemerdekaan: bukan hanya sebagai tanggal di kalender, tetapi sebagai semangat persatuan yang terus hidup dalam denyut nadi masyarakat. (ik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *