Example 728x250
Daerah

Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga RT 10 RW 01 Desa Karangjati Ngawi Gelar Tirakatan Kemerdekaan RI ke-81

6
×

Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga RT 10 RW 01 Desa Karangjati Ngawi Gelar Tirakatan Kemerdekaan RI ke-81

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Ngawi – Semangat kemerdekaan terasa begitu kental di Desa Karangjati, Kabupaten Ngawi. Warga RT 10 RW 01 menggelar tradisi Malam Tirakatan pada Senin malam tanggal 16/08/2026, sebagai bentuk refleksi dan rasa syukur menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Acara yang berlangsung khidmat namun meriah ini menjadi momen istimewa bagi warga untuk mengenang jasa para pahlawan. Sesuai makna tirakatan yang berasal dari kata “tirakat” atau laku spiritual menahan hawa nafsu, kegiatan ini diisi dengan renungan mendalam dan doa bersama. Tujuannya bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai sarana introspeksi diri dan penghormatan tertinggi kepada mereka yang telah gugur demi kedaulatan bangsa.

Ketua RT 10 RW 01 Karangjati, Ibu Sutiyani, mengungkapkan bahwa antusiasme warga tahun ini sangat tinggi. Puncak acara ditandai dengan prosesi selamatan dan pemotongan tumpeng. Nasi tumpeng yang melambangkan rasa syukur kemudian dibagikan dan dinikmati bersama oleh seluruh warga yang hadir, sekaligus memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Tradisi tirakatan ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga. Di sini kami tidak hanya berdoa, tapi juga saling menguatkan sebagai satu keluarga besar warga Karangjati, khususnya RT 10 RW 01,” ujar Sutiyani.

Untuk menambah kemeriahan tanpa mengurangi esensi sakral acara, panitia juga menghadirkan hiburan orkes Melayu Rosella. Alunan musik tradisional tersebut berhasil menyatukan generasi tua dan muda dalam suasana keakraban yang hangat, damai, dan penuh kekeluargaan.

Malam Tirakatan di Desa Karangjati, khususnya RT 10 RW 01, membuktikan bahwa peringatan kemerdekaan di tingkat akar rumput tetap relevan. Melalui kombinasi antara nilai spiritual, gotong royong, dan kegembiraan, warga setempat telah memberikan contoh nyata bagaimana memaknai kemerdekaan: bukan hanya sebagai tanggal di kalender, tetapi sebagai semangat persatuan yang terus hidup dalam denyut nadi masyarakat. (Irwan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *