Example 728x250
Serba-Serbi

Bendera Merah Putih di Puncak Molo, Simbol Syukur Warga Gupit di TMMD Ke-129

3
×

Bendera Merah Putih di Puncak Molo, Simbol Syukur Warga Gupit di TMMD Ke-129

Sebarkan artikel ini

Pewarta.TV, Ponorogo – Di antara deru palu dan adukan semen, prosesi adat tetap dijaga. Seperti yang terlihat di rumah Parmi (58), warga Dukuh Gupit, Desa Bulu Lor, yang resmi memasuki tahap pemasangan atap dalam program Rehab RTLH TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo.

Meski lokasinya paling jauh dari pusat kegiatan, tanpa akses jalan untuk truk material, dan harus dibangun dari nol, semangat Satgas TMMD bersama warga tak surut. Alhasi, kini rumah tersebut sudah berdiri kokoh dan siap dinaikkan molo-nya.

Prosesi dimulai dengan khidmat. Parmi membawa sepanci kembang setaman berisi bunga mawar, melati, kenanga, dan kantil yang diberi air bersih. Yatimun (54), tukang kayu sekaligus adik Ibu Parmi, memimpin doa dan meniup bendera Merah Putih yang dililitkan pada kayu jati berukuran 8×12 cm. Kayu molo itu kemudian disiram kembang setaman oleh Ibu Parmi dan anggota Satgas, Kamis (06/08/2026).

Diiringi bisik doa, mereka memohon agar rumah diberi keawetan, serta penghuninya diberi kesejahteraan dan kedamaian.

“Ini adalah tradisi turun-temurun saat mendirikan atap rumah di sini. Semua rumah di sini dulu kalau menaikkan molo seperti ini adatnya. Molo ditindik dengan logam berharga meskipun kecil, dilapisi dengan daun dadap serep dan dibalut dengan bendera Merah Putih,” jelas Yatimun.

Baginya, bendera Merah Putih bukan sekadar simbol. Bendera Merah Putih ini adalah pusaka bagi masyarakat Bulu Lor, maka selalu dipasang di puncak tertinggi di tiap rumah. Lalu disiram dengan kembang setaman, sebagai pertanda rasa syukur dan memohon yang terbaik kepada Tuhan.

Usai prosesi, pekerjaan dilanjutkan. Tahap berikutnya adalah pemasangan kerangka atap, kaso, dan reng. Ditargetkan besok genting sudah bisa dipasang.

“Pembangunan kembali rumah  Parmi ini akan sesuai dengan alokasi waktu yang sudah ditentukan, dan dikerjakan bersama-sama antara masyarakat Dukuh Gupit dan anggota Satgas TMMD ke-129,”* pungkas Yatimun.

Dari tantangan medan hingga doa di puncak atap. Rehab RTLH Ibu Parmi menjadi bukti, TMMD ke-129 tak hanya membangun rumah, tapi juga merawat nilai, budaya, dan kebersamaan. (ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *