Example 728x250
Kesehatan

Deteksi Dini Dapat Mempercepat Diagnosis Sekaligus Meningkatkan Keberhasilan Pengobatan Penyakit Paru

52
×

Deteksi Dini Dapat Mempercepat Diagnosis Sekaligus Meningkatkan Keberhasilan Pengobatan Penyakit Paru

Sebarkan artikel ini
dr. Achmad Syamsufandi Rozi, Sp.P, Dokter Spesialis Paru RSUD dr. Sayidiman Magetan

Pewarta.TV, Magetan – Dokter Spesialis Paru RSUD dr. Sayidiman Magetan, dr. Achmad Syamsufandi Rozi, Sp.P, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai  penyakit infeksi akut yang menyerang jaringan paru-paru, dalam hal ini saluran napas kecil. Paru-paru merupakan organ vital yang berfungsi memasok oksigen ke seluruh tubuh. Karena itu, menjaga kesehatan paru menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup.

“Masih banyak masyarakat yang datang berobat ketika penyakit sudah berada pada tahap lanjut. Padahal, sebagian besar penyakit paru memiliki peluang penanganan yang lebih baik apabila terdeteksi sejak dini,” kata dr. Achmad Syamsufandi Rozi, Senin (13/7/2026)

Achmad Syamsufandi Rozi mengungkapkan jika mayoritas penderita gangguan paru-paru didominasi oleh kelompok lanjut usia

​”Kebanyakan pasien yang terkena berada di rentang usia 65 tahun ke atas. Pada usia tersebut, kondisi daya tahan tubuh kita secara alami memang sudah sangat berkurang sekali,” ujarnya

Menurutnya, terdapat sejumlah penyakit paru yang paling sering ditemui di fasilitas pelayanan kesehatan. Di antaranya adalah tuberkulosis (TB), pneumonia, asma, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga kanker paru.

TB merupakan penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Sementara pneumonia terjadi akibat infeksi yang menyebabkan peradangan pada jaringan paru. Adapun PPOK umumnya berkembang akibat paparan asap rokok dalam jangka panjang, sedangkan kanker paru memiliki hubungan erat dengan kebiasaan merokok maupun paparan zat karsinogen.

Selain faktor infeksi,  gaya hidup dan kondisi lingkungan turut memengaruhi meningkatnya risiko penyakit paru. Kebiasaan merokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif, menjadi penyebab utama kerusakan paru. Risiko juga meningkat pada masyarakat yang sering terpapar polusi udara, asap kendaraan, pembakaran sampah, maupun debu di lingkungan kerja.

“Rokok masih menjadi faktor risiko terbesar berbagai penyakit paru kronis. Karena itu, berhenti merokok adalah investasi terbaik untuk menjaga kesehatan paru,” ujarnya

Deteksi dini dapat mempercepat diagnosis sekaligus meningkatkan keberhasilan pengobatan. Pemeriksaan medis juga penting untuk membedakan apakah keluhan disebabkan infeksi, alergi, penyakit kronis, atau keganasan. Selain itu,  pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan etika batuk, dan melengkapi imunisasi sesuai anjuran tenaga kesehatan guna menekan risiko infeksi saluran pernapasan.

“Kunci utamanya adalah deteksi dini dan pencegahan melalui perilaku hidup bersih, gizi seimbang, dan imunisasi lengkap,” jelas dr. Achmad Syamsufandi

“ Masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dengan tidak merokok, menghindari paparan asap rokok, menggunakan alat pelindung diri saat bekerja di lingkungan berdebu, memakai masker ketika kualitas udara buruk, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, kurangi begadang malam hari serta menjaga daya tahan tubuh” pungkasnya (fa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *