Pewarta.TV, Kota Madiun – Sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Pemerintah Kota Madiun bersama Nurul Hayat menggelar khitan massal yang diikuti 120 anak bertempat di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (04/5/2026)
Khitan massal diikuti 120 anak ini merupakan bagian dari HUT Kota Madiun ke-108, dan kerja sama dengan Nurul Hayat.
Acara diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Plt. Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun. Potongan tumpeng kemudian diserahkan secara simbolis kepada perwakilan anak yang akan dikhitan.
Menurut Bagus Panuntun, kegiatan khitan massal ini telah rutin dilaksanakan setiap tahun dan terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Khitanan ini adalah budaya yang harus kita lestarikan. Karena itu, Madiun Khitan menjadi kegiatan rutin yang terus kami jaga pelaksanaannya setiap tahun,” kata Bagus
Bagus menyebut jika peserta yang mengikuti khitan massal merupakan bagian dari generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pemerintah berupaya memberikan perhatian dan dukungan agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkualitas.
“Hari ini ada 120 peserta. Masa depan adik-adik inilah yang akan menentukan masa depan bangsa. Saya berharap mereka bisa menjadi generasi penerus yang menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya
Bagus menambahkan, penyelenggaraan Madiun Khitan tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya Yayasan Nurul Hayat yang turut memberikan bantuan serta bingkisan kepada peserta
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi terutama nurul hayat. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masa depan anak-anak adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Sementara Kepala Cabang Nurul Hayat Madiun Khoirurrohman menambahkan, pelaksanaan Madiun Khitanan ini melibatkan 20 tenaga medis profesional. Dengan dukungan tenaga medis yang memadai, proses khitan dapat berlangsung cepat dan aman.
“Meskipun ini khitan masal, namun kami tidak menggunakan tenaga yang asal-asalan, kami gunakan tenaga yang profesional,” katanya
“ Pelaksanaan khitan ini dengan metode Supere Ring yang kami pakai, Alhamdulillah sudah bertahun-tahun Nurul Hayat bekerjasama dengan Super Ring Indonesia, sehingga pelaksanaan khitan berjalan lancar, tanpa jarum suntik,” dengan metode ini anak-anak bisa langsung beraktivitas usai menjalani khitan” ujarnya
Untuk masa penyembuhan pasca khitan, Khoirurrohman menjelaskan, setiap anak berbeda-beda, namun umumnya antara dua hari sampai satu minggu.
“Tergantung juga tebal dan tidaknya kulit,” ucap dia. Pasca khitan berlangsung, pendampingan juga akan dilakukan secara intensif. “Seluruh peserta kami fasilitasi satu grup, sehingga kalau ada keluhan bisa konfirmasi pada yang mengkhitan,” terangnya
Menurutnya, sebelum dikhitan, para peserta telah menjalani pemeriksaan medis dan pengecekan kesiapan psikologis. “Sejak daftar sudah kami arahkan, kami menggunakan tenaga profesional yang kalau di luar sana biayanya sekitar Rp2 juta, nah di sini gratis. Lalu (kami angkat slogan) ‘Khitan Ceria’, sehingga sejak anak daftar anak-anak ini sudah ceria. Harapanya seperti itu, untuk kesiapan psikologisnya,” pungkasnya (ik)












