Pewarta.TV, Magetan, 11 April 2026 – Bupati Magetan Nanik Sumantri menanggapi berbgai opini publik melalui surat terbuka . Ia menegaskan komitmen terhadap keterbukaan informasi sekaligus meluruskan potensi disinformasi yang berkembang di masyarakat.
Terkait Banjir di Magetan
Pasca banjir Pemerintah Kabupaten Magetan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua aspek yang menjadi penyebab banjir di beberapa beberapa titik dengan faktor yang berbeda untuk mendapatkan solusi jangka pendek, menengah , dan panjang baik teknis penataan sistem irigasi dan drainase, maupun penegakan aturan yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan di Magetan sehingga banjir di beberapa titik kedepan bisa di cegah.
Solusi itu bisa diambil setelah melalui serangkaian proses investigasi, survey, dan pemetaan yang dilakukan secara langsung dan detail. Namun, semua solusi tersebut tidak bisa serta merta dilakukan dalam tempo yang sama. Skala prioritas diperlukan untuk menghasilkan dampak yang bisa dirasakan namun tetap melalui proses. Jadi, upaya untuk penanggulangan serta penanganan terdampak banjir terus berjalan sesuai dengan ketentuan meskipun belum bisa memenuhi ekspektasi semua pihak terkait penanganan nya. Pemerintah juga memastikan masyarakat terdampak banjir bisa menjalankan aktivitas kembali meskipun mungkin belum sempurna sepenuhnya. Namun, kami pastikan tidak ada pemukiman atau rumah yang belum dibersihkan dari rendaman lumpur.
Terkait Output kegiatan di TMII dan Undangan Forum Komunikasi Pawitandirogo serta transparansi anggaran.
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah selalu diukur output dan dampak yang dihasilkan, meskipun tidak semua bisa dirasakan langsung. Kegiatan di Jakarta yang akan dilaksanakan tanggal 17 s.d 19 merupakan kegiatan dalam rangka menghadiri undangan Gubernur Jawa Timur melalui Badan Penghubung Jawa Timur dan IKMA (Ikatan Keluarga Magetan) dan Pawitandirogo di Jakarta. Kegiatan di TMII merupakan agenda rutin Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dilakukan secara bergilir untuk Kabupaten se-Jawa Timur dalam rangka Gelar Budaya dan Promosi Potensi masing-masing Kabupaten. Sedangkan Forum Komunikasi Pawitandirogo merupakan forum yang digagas untuk komunikasi dan diskusi serta mensinkronkan berbagai potensi dan kendalan pembangunan masing masing Pemerintah Daerah diantaranya Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo yang tahun ini kebetulan Magetan menjadi tuan rumah melalui IKMA sebagai kepanitiaannya. Kegiatan tersebut tidak dilakukan di gedung mewah ataupun tempat yang mempunyai nilai komersil tinggi, melainkan dilaksankan di Anjungan Provinsi Jawa Timur di TMII dan gedung pertemuan di kawasan Halim Perdana Kusuma milik TNI AU yang difasilitasi oleh panitia. Kegiatan tersebut tidak bisa semuanya diukur dengan hasil yang dilihat ataupun di rasakan langsung oleh masyarakat Magetan. Namun lebih dari itu, acara tersebut sebagai promosi dan usaha menjual potensi Kabupaten Magetan serta membangun komunikasi lebih dekat dengan banyak saudara kita yang berada diperantauan. Di samping bentuk perhatian kehadiran pemerintah kepada warga masyarakat yang ada di perantauan, melalui kegiatan tersebut dapat menghasilkan ide pemikiran maupun solusi-solusi pembangunan di Magetan yang tidak bisa dijalankan karena keterbatasan fiskal daerah. Komunikasi langsung ini perlu dibangun agar mereka tetap merasakan menjadi bagian dari masyarakat Magetan sehingga semangat dan partisipasi membangun Magetan ada meski berada di perantauan.
Terkait transparansi, semua perjalanan dalam upaya menjalankan tugas telah diatur dalam ketentuan perjalanan dinas. Pemerintah Kabupaten Magetan menyadari, di tengah program efisiensi saat gejolak ekonomi global terjadi, kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang tidak populis dan menimbulkan isu negatif dalam ruang publik. Efesiensi perjalanan dinas bukan berarti meniadakan sama sekali Perjalanan Dinas, namun lebih selektif dengan pertimbangan terkait urgensi, efektifitas, dan rasionalitas kegiatan. Pemerintah menyakini kegiatan akan mempunyai kontribusi pembangunan Magetan ke depan karena akan dilaksanakan diskusi dan pemaparan langsung terkait kendala pembangunan infrastruktur di Magetan di hadapan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Sehingga kehadiran para pemangku kepentingan daerah diperlukan pada kegiatan yang juga akan dihadiri para pemangku kepentingan di tingkat nasional yang kebetulan berasal dari Wilayah Pawitandirogo. Selain itu, kehadiran kita juga sebagai bentuk menghargai dan menghormati pihak-pihak yang telah menyiapkan kegiatan ini jauh-jauh hari.
Anggaran Kebencanaan
Pemerintah memastikan kesiapan anggaran kebencanaan melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai langkah mitigasi risiko. Pemkab menegaskan seluruh kebijakan yang diambil berorientasi pada keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus membuka ruang partisipasi publik demi pembangunan daerah yang lebih baik
Pemerintah menghargai kritik dan saran masyarakat sebagai bagian dari proses demokrasi. “Partisipasi publik sangat penting. Masukan dari masyarakat menjadi energi bagi kami untuk terus memperbaiki dan membangun Magetan ke depan.(*)












